Apa Itu Tehnik Cross Selling?

Untuk kamu yang mempunyai usaha sendiri, memperlengkapi diri dengan bermacam pengetahuan marketing pasti akan berguna untuk omset usahamu.
Dengan tehnik marketing yang pas, omset pemasaran dapat melesat dan hasilkan beberapa keuntungan.
Nach, salah satunya tehnik yang sering dipakai beberapa pelaku bisnis, khususnya usaha online ialah cross selling. Pernah dengarnya? Kita kupas yok, merilis dari Smartmoney.
Apa Itu Tehnik Cross Selling?

Menurut lansiran Investopedia, cross selling ialah tehnik yang biasanya dilaksanakan untuk mengoptimalkan pemasaran dengan menarik customer supaya lengkapi produk awalnya yang bakal dibeli lewat produk yang bisa lengkapinya.
Simpelnya, cross selling ini dilaksanakan saat customer inginkan satu produk, selanjutnya penjual tawarkan produk yang lain untuk lengkapi produk yang awalnya.
Contoh gampangnya ini:
Saat kamu membeli satu gelas kopi di cafe, umumnya kamu akan ditawari untuk menambahkan toping atau makanan ringan untuk lengkapi minuman yang diminta.
Nach, ini dapat kamu aplikasikan di usaha online. Intinya saat mengobrol dengan konsumen setia lewat chat.

Untuk memakai tehnik cross selling, kamu harus ketahui langkah efisien untuk menarik customer. Langkah termudah dan cukup baik dengan tawarkan potongan harga atau paket bundel pada harga yang lebih menarik.

Pasarkan ke customer produk pendamping dari produk khusus yang dibeli dengan iming-iming potongan harga untuk produk tambahan itu, hingga secara psikologi customer bisa menjadi ragu.

Nach, di tengah-tengah keraguan itu, kamu tinggal membujuk customer supaya pada akhirnya mereka ikut juga beli beberapa produk yang lain kamu pasarkan. Dengan mengaplikasikan tehnik ini, kamu dapat jual beberapa produk sekalian yang berbuntut kenaikan omset pemasaran, kan?

Tetapi ingat, teruslah lihat kualitas beberapa produk yang kamu jual. Dengan demikian, usahamu akan memperoleh keyakinan dari customer dan mereka secara suka-rela akan turut pasarkan usaha atau produkmu ke seseorang.

Sesudah ketahui pemahaman dari cross selling dan misalnya, sekarang cari info bagaimanakah cara mengaplikasikannya pada usahamu supaya lebih efisien :

1. Beri potongan harga saat customer beli semakin banyak

Taktik pertama untuk mengaplikasikan cross selling dengan memberi potongan harga untuk customer yang lakukan pembelian semakin banyak.
Dikutip dari Lead Squared, taktik yang ini lumayan menarik konsumen setia karena mereka lebih gampang tertarik dengan potongan harga.
Misalkan kamu jual pakaian pada harga unit sejumlah Rp40.000. Kamu dapat memberi penawaran menarik dengan memberi potongan harga untuk pembelian 3 biji pakaian cukup dengan Rp100.000 saja.
Disamping itu, sekarang lumayan banyak e-commerce yang menyuguhkan service gratis ongkos kirim yang pasti dapat membuat customer berminat untuk memakainya.
Tetapi, service gratis ongkos kirim itu mempunyai minimum pembelanjaan. Dengan demikian, kamu dapat memberi anjuran untuk lakukan cross selling dengan menambah produk pendamping agar penuhi minimum pembelanjaan.
Walau harus keluarkan semakin banyak uang, customer lebih senang lakukan hal itu dibanding harus bayar lebih buat ongkos pengangkutan.

2. Mempunyai profile konsumen setia yang tepat

Dalam memulai usaha online, data konsumen setia jadi salah satunya factor yang penting untuk bikin taktik marketing.
Dikutip dari Harvard Business Ulasan, membuat profile konsumen setia benar-benar bermanfaat untuk menolong tingkatkan cross selling.
Dengan ketahui profile konsumen setia dan pelajari kecondongannya saat belanja, tentu saja makin lebih gampang untuk memberi anjuran produk tambahan.

3. Pikirkan harga yang diberi

Panduan seterusnya untuk tingkatkan taktik cross selling dengan menimbang penentuan harga produk yang ingin dijajakan.
Kamu harus memahami jika cross selling ialah memberi penawaran supaya konsumen setia beli produk tambahan.
Maka sudah pasti mereka tidak ingin keluarkan uang yang semakin banyak untuk beli produk tambahan yang kamu pasarkan.
Itu kenapa, ketika akan merekomendasikan produk pendamping pilih produk yang mempunyai harga tidak begitu mahal dari produk khusus yang dibelinya.

4. Gunakan pemakai generated konten (UGC)

Sama seperti yang diterangkan oleh Neil Patel, implementasi pemakai generated konten (UGC) dapat tingkatkan kesempatan taktik cross selling.
UGC sebagai salah satunya aspek khusus yang bisa dipakai oleh merek atau penjual untuk membuat keyakinan konsumen setia.
Pembahasan konsumen setia saat memakai satu produk sebagai sisi dari UGC . Maka, kenapa ini dapat tingkatkan keyakinan?
Sudah pasti karena calon konsumen lebih yakin dengan pembahasan pemakai yang lain dibanding pembahasan seorang merek ambassador yang dibayarkan oleh produk.
Sesudah konsumen setia mempunyai keyakinan yang besar pada suatu merek, tentu saja makin lebih gampang untuk mengaplikasikan cross selling.
Kamu dapat memberi cap dalam suatu produk yang tertulis “Apa omongan orang mengenai produk ini.”
Saat calon konsumen setia membaca pembahasan yang positif sudah pasti mereka akan ketarik membeli.

Updated: Mei 25, 2021 — 8:42 am